Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan

Menyiasati Jejaring Sosial dengan Karya Sastra yang Tipikal dan Kontekstual

sumber: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/1336 Ibnu Wahyudi Pengantar Melalui Koran Tempo saya pernah menyatakan bahwa karya sastra, puisi pada khususnya, yang tampil dalam sejumlah milis sastra, belum menampakkan sumbangan atau kontribusi yang nyata atau signifikan bagi perkembangan kesastraan nasional (Basral, 2007). Konteks pernyataan saya itu bukan pada dimensi kualitas karya yang tampil, melainkan pada kenyataan bahwa (hampir) tidak ada seleksi terhadap karya dari para anggota milis bersangkutan. Terlebih lagi jika karya itu dimuat dalam blog atau situs pribadi, dapat dinyatakan bahwa seleksi atau pertimbangan layak-tidaknya sebuah karya itu terbit menjadi sangat subjektif. Dengan ungkapan lain, dimunculkan-tidaknya sebuah karya pertama-tama bukan karena pertimbangan mutu, melainkan lebih pada hasrat tertentu. Bahwa ada karya berkualitas yang hadir dalam dunia maya itu tentu merupakan suatu keniscayaan sebab mungkin saja sang pemilik blog atau situs adala...

Karya Tulis Ilmiah dan Populer

Menulis pada hakikatnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Sebagai sebuah proses transfer ilmu dan informasi, semakin hari aktivitas menulis semakin banyak ditekuni. Saat ini kumpulan karya tulis dapat dinikmati dengan mudah, mulai dari koran, majalah, jurnal ilmiah, buku-buku fiksi, hingga internet yang secara cuma-cuma menyajikan informasi dan ilmu. Untuk memahami jenis tulisan ilmiah populer secara lebih jelas, terlebih dahulu dilakukan pengkajian terhadap pengertian kata: tulisan, ilmiah, dan populer itu sendiri. Melalui hal tersebut dapat ditemukan makna yang utuh tentang jenis tulisan ini. Berikut adalah pemaparan dari ketiga elemen tersebut: Tulisan Tulisan, menurut Dr. Slamet Suseno, adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan orang lain. seseorang yang menyusun kembali hal-hal yang sudah dikemukakan orang lain diseb...

Kegagalan Indonesia Dalam Mendidik Generasi Muda

Beberapa hari yang lalu, pemuda Indonesia merenungi makna hari sumpah pemuda. Saya pun turut mengisi hari itu dengan refleksi panjang yang baru saya tuangkan dalam bentuk tulisan karena saya menganggap bahwa mungkin berguna bagi kompasianer. Walaupun saya hanya menulis apa yang telah saya refleksikan, tetapi mungkin ini juga bisa menjadi sesuatu yang harus kita pikirkan juga. Namun, saya lebih menghubungkan antara generasi muda dengan sistem pendidikan yang telah dan mungkin akan terus berjalan di bumi pertiwi ini. Pada hakikatnya pendidikan bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Manusia dikatakan berkualitas jika memiliki kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki kemampuan menciptakan ilmu dan teknologi untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Sudah sekian lama Indonesia mendidik generasi muda dengan keyakinan bahwa bangsa Indonesia akan menjadi bangsa modern. Untuk mewujudkan itu, Indonesia telah mengalokasikan anggaran miliaran...

Belajar Dari Teman Sebaya

Belajar dari teman sebaya menunjukkan bahwa anak-anak dari berbagai usia membantu satu sama lain. Yang lebih muda melihat apa yang orang tua lakukan dan meminta penjelasan. Ini adalah mudah diberikan, dan instruksi yang benar-benar berharga, karena pikiran seorang lima tahun jauh lebih dekat daripada kita kepada pikiran seorang anak dari tiga. Yang tua-tua senang bisa mengajarkan apa yang mereka ketahui. Ada kompleks rendah diri, tapi semua orang mencapai keadaan normal yang sehat melalui pertukaran timbal balik. Satu-satunya kehidupan sosial anak-anak masuk sekolah biasa adalah selama jam istirahat atau kunjungan. Kita hidup selalu dalam komunitas aktif. Meskipun masing-masing kelas bekerja bersama-sama dalam pengaturan sekolah tradisional, anak-anak jarang berinteraksi dengan satu sama lain. Sebaliknya, di sekolah Montessori, hanya kadang-kadang tidak terlibat kelas dalam satu kegiatan semua bersama-sama. Sebagian besar waktu, anak-anak bekerja sendiri (karena pilihan), dan di SD, ...

Taksonomi Bloom

Dimensi Proses Kognitif dalam Pembelajaran Berdasarkan Taksonomi Benjamin S. Bloom (1913-1999) yang Sudah Direvisi                                                                  Create                                                                Evaluate                  ...

Bahasa Baku Dalam Jurnalisme

Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang Berkembang pesatnya media komunikasi sangat berpengaruh terhadap pola kerja seorang jurnalis. Memudahkan mereka dalam mengolah informasi dan menyajikannya kepada masyarakat. Jurnalisme zaman sekarang adalah “jurnalisme kilat” yang tidak mengenal jarak dan waktu. Kejadian yang terjadi di ujung timur Papua akan sampai pada telinga masyarakat Medan dalam waktu kurang dari setengah jam, sungguh perkembangan yang luar biasa. Namun perkembangan yang luar biasa itu kurang sejalan dengan kaidah-kaidah penulisan maupun pengucapan bahasa yang baik dan benar, yaitu bahasa baku bahasa Indonesia; dengan ragam bahasa bahasa jurnalistik. Terdapat banyak jurnalis yang kurang mengerti mengenai hal ini, sehingga apa yang mereka tuliskan atau sajikan kepada masyarakat sering tidak sesuai dengan kaidah bahasa baku bahasa Indonesia. Oleh karena itu, berdasarkan keadaan ini kami mencoba untuk memaparkan mengenai seluk beluk bahasa Indonesia baku; dalam hubungannya d...

Bahasa Jurnalistik (Drs. AS Sumadiria M. Si.)

BAB I ARTI DAN FUNGSI BAHASA JURNALISTIK A. ARTI DAN DEFENISI BAHASA JURNALISTIK 1. Pengertian Bahasa Jurnalistik Menurut Drayl L. Frazel dan George Tuck, dua pakar pers Amerika dalam Principles of Editing, A Comprehensive Guide for Student and Journalis (1996: 122-123), pembaca berharap, apa yang dibacanya dalam media massa adalah yang bisa dimengerti tanpa bantuan pengetahuan khusus. Pembaca berharap, wartawan dapat menjelaskan ilmu pengetahuan kepada mereka yang bukan ilmuwan, perihal hubungna-hubungan internasional kepada mereka yang bukan diplomat, dan masalah-masalah politik kepada para pemilih yang awam (to explanain science to no scienctists, international relations to nondiplomats, and polotics to ordinary voters) (Dewabrata 2004:20). 2. Defenisi Bahasa Jurnalistik Secara etimologis jurnalistik berasal dari kata journ. Dalam bahasa Perancis, journ berarti catatan atau laporan harian. Secra sederhana jurnalistik diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan pencat...