Menyiasati Jejaring Sosial dengan Karya Sastra yang Tipikal dan Kontekstual
sumber: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/1336 Ibnu Wahyudi Pengantar Melalui Koran Tempo saya pernah menyatakan bahwa karya sastra, puisi pada khususnya, yang tampil dalam sejumlah milis sastra, belum menampakkan sumbangan atau kontribusi yang nyata atau signifikan bagi perkembangan kesastraan nasional (Basral, 2007). Konteks pernyataan saya itu bukan pada dimensi kualitas karya yang tampil, melainkan pada kenyataan bahwa (hampir) tidak ada seleksi terhadap karya dari para anggota milis bersangkutan. Terlebih lagi jika karya itu dimuat dalam blog atau situs pribadi, dapat dinyatakan bahwa seleksi atau pertimbangan layak-tidaknya sebuah karya itu terbit menjadi sangat subjektif. Dengan ungkapan lain, dimunculkan-tidaknya sebuah karya pertama-tama bukan karena pertimbangan mutu, melainkan lebih pada hasrat tertentu. Bahwa ada karya berkualitas yang hadir dalam dunia maya itu tentu merupakan suatu keniscayaan sebab mungkin saja sang pemilik blog atau situs adala...