Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

Kesadaran VS “Polisi Tidur”

Mendengar istilah “Polisi Tidur”, sudah pasti ada kaitannya dengan kecelakaan, kenyamanan pengendara transportasi darat dan tentu ada kaitannya dengan aturan atau tata tertib. Akhir-akhir ini kecelakaan merupakan topik yang tidak pernah “absen” dari berbagai media, baik itu media cetak maupun media elektronik. Bersamaan dengan itu, keberadaan “Polisi Tidur” telah menjadi faktor yang kadang menguntungkan dan juga sebagai faktor yang merugikan. Kehadiran “Polisi Tidur” bisa saja sebagai suatu cara untuk mengurangi kecepatan kendaraan sekaligus sebagai penyebab kerusakan kendaraan dan kecelakaan. Dengan adanya “Polisi Tidur”, itu mau menunjukan kepribadian anak bangsa ini. Pengendara kendaraan yang cenderung ngebut menyebabkan adanya “Polisi Tidur”. Di sini, kesadaran anak bangsa sangat rendah. Kita cenderung menjalani aturan jika ada yang memaksa kita untuk tidak melanggarnya. Aturan yang ada pun tetap ada yang melanggarnya dan itu menyebabkan timbulnya kecelakaan. Itulah kepribadian

Belajar Dari Mbah Marijan

Mendengar nama Mbah Marijan, pasti anda semua mengenalnya. Bintang iklan Extra Jos dan KukuBima Energi ini merupakan juru kunci gunung merapi. Gunung merapi yang terletak di Jawa Tengah ini sedang menjadi topik hangat yang sedang dibicarakan pada media massa dan elektronik. Kondisi dan situasi yang harus diwaspadia adalah keadaan yang harus dijaga oleh masyarakat sekitar gunung merapi. Gunung merapi terus mengeluarkan asap tebal dari perutnya. Warga sekitar ada yang telah dievakuasi dan untuk sementara mereka mengungsi di salah satu tempat yang letaknya lebih dari 30 meter dari gunung merapi. Kecemasan dan kekwatiran yang dialami masyarakat Jawa Tengah tidak seperti yang di rasakan Mbah Marijan. Sang juru kunci gunung merapi ini merasa bahwa situasi ini merupakan sesuatu yang biasa-biasa saja. Beliau tetap beraktivitas seperti biasanya dan tetap tinggal di lereng gung merapi. Keyakinan yang kuat dalam diri mbah Marijan bahwa alam adalah sahabat yang tidak mungkin mematikan serta perl

artikel membaca

ARTIKEL 1 Judul artikel : Analisis Episode Kesalahan Membaca Nyaring di Sekolah Dasar. Pengarang : Darmiyati Zuchdi Sumber : Jurnal Ilmu Pendidikan, November 1997, jilid 4, nomor 4 (hal 231-239) Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh The International Association for the Educational Achievement pada 1992, kemampuan membaca anak-anak sekolah dasar di Indonesia masih sangat rendah. Dari 30 negara yang diteliti, Indonesia berada pada peringkat ke 2 dari bawah. Temuan itu menunjukan bahwa kemampuan membaca anak-anak sekolah dasar di Indonesia harus ditingkatkan. Kesalahan membaca nyaring terbesar adalah berupa keragu-raguan. Timbulnya keragu-raguan karena disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri. Rasa percaya diri sebagai salah satu dimensi kesadaran akan harga diri bersumber pada dikotomi antara perlakuan orang lain terhadap diri seseorang. (penerimaan, penghargaan, persahabatan, penghormatan, cinta kasih) dan hal-hal yang berasal dari diri sendiri. (intelegensi, kekua

Mengapa Harus Bermimpi?

Pada hakikatnya mimpi merupakan bayangan peristiwa atau apa saja yang tampak dalam tidur dan kemungkinan untuk tercapai sangat rendah. Namun, dalam konteks ini mimpi bukan lagi dipandang sebagai “bunga tidur” yang tidak mungkin terjadi. mimpi diartikan sebagai khayalan yang masih mungkin tercapai meskipun belum ada gambaran bagaimana cara mencapainya. Terkadang manusia beranggapan bahwa mimpi itu tidak ada maknanya atau menganggap itu hanya sebagai mitos. Tetapi bukan demikian. Apakah kita harus bermimpi? Seperti dalam lagu “Laskar Pelangi” dari band Nidji mengatakan bahwa mimpi adalah kunci agar kita bisa menaklukkan dunia. Apakah dunia itu diciptakan dari sebuah mimpi? Nah, yang mengimpikan semua itu adalah Tuhan. Kita sebagai manusia pun merupakan hasil dari sebuah mimpi yang kini menjadi nyata. Haruskah kita bermimpi? “Berpikir bisa” itu adalah ungkapan yang dikeluarkan dari mulut seseorang, yang masih terlintas dalam pikiran saya. Jika kita
Gambar
aku manuisa berdiri antara gelap dan terang di belakangku gelap depanku sungguh terang namun aku nampak suram

Fenomena Pendidikan di Pulau Buru

Memprihatinkan. Mungkin itu kata yang paling tepat diucapkan ketika kita berbicara mengenai mutu pendidikan di negeri ini. Indikasinya dapat kita lihat dari berbagai laporan di surat-surat kabar atau media elektronik mengenai buruknya kualitas pendidikan. Meskipun terdengar juga kabar positif, yaitu adanya beberapa siswa Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, seperti dalam Olimpiade Sains, atau yang sejenisnya, namun kabar itu hanya menggema di udara kosong. Keberhasilan itu menjadi semu ketika kita menyaksikan kondisi persekolahan yang ada di daerah-daerah pinggiran. Hal ini sangat sesuai dengan fenomena pendidikan di Pulau Buru. Ada begitu banyak anak yang ingin mengenyam pendidikan, namun itu semua hanya mimpi belaka bagi anak-anak Pulau Buru. Pendidikan adalah aset berharga bagi setiap orang. Bahkan kualitas pendidikan sangat menentukan maju tidak sebuah daerah. Saat ini sektor pendidikan belum menjadi sektor utama perhatian pemerintah. Buktinya, masih banyak sekolah rusak,