Menulis pada hakikatnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Sebagai sebuah proses transfer ilmu dan informasi, semakin hari aktivitas menulis semakin banyak ditekuni. Saat ini kumpulan karya tulis dapat dinikmati dengan mudah, mulai dari koran, majalah, jurnal ilmiah, buku-buku fiksi, hingga internet yang secara cuma-cuma menyajikan informasi dan ilmu. Untuk memahami jenis tulisan ilmiah populer secara lebih jelas, terlebih dahulu dilakukan pengkajian terhadap pengertian kata: tulisan, ilmiah, dan populer itu sendiri. Melalui hal tersebut dapat ditemukan makna yang utuh tentang jenis tulisan ini. Berikut adalah pemaparan dari ketiga elemen tersebut: Tulisan Tulisan, menurut Dr. Slamet Suseno, adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan orang lain. seseorang yang menyusun kembali hal-hal yang sudah dikemukakan orang lain diseb...
Jangan lari dari ‘beban’ itu Jangan pula katakan kau tak punya ‘beban’ Karena ia ‘kan selau mengikuti… Kemana, kapan, dan dimana pun kau berada…………. Entah sekarang, esok, lusa, atau nanti Ia akan selau mengikuti sepanjang hari-harimu…… Hari ini kau boleh mengatakan “tidak” Tapi esok, dia akan kembali Kembali dan selalu kembali….. Pulang ke dalam benakmu, kembali menyertai hari-harimu….. Sekarang, ketika kau merasa bahagia Risau……… Sedih…. Menyesal…. Kecewa…… Apa pun kehendak hatimu……. Jangan kau berharap…. Matahari, angin, sungai, malam (dalam mimpi), akan membawanya terbang dan melayang, Hanyut, sirna, musnah Atau apa pun harapan ‘mu…… untuk membawanya pergi tapi…… Ia akan ada dan tetap ada Pergi , kemanapun kau melangkah Karena ia milikmu selalu…….
Aku merasa kepalaku akan bengkak ketika aku berusaha menahan untuk tidak mengartikulasikan kepergiaanmu dalam tinta. Bagiku kepergianmu adalah lepas jejak yang dulu hampir permanen dalam hidupku. Kini kau terlepas. Bukan karena tak sengaja tetapi akulah yang membuka gerbang hingga kau boleh terbang kemana pun kau mau. Mungkin itu lebih baik. Tak mampu aku bertahan untuk menjaga sangkar itu. Dulu kuberharap cinta yang ilusi itu siap menjadi riil. Sekarang ia semakin maya, sureal dalam bingkainya yang blur.Kepergianmu singkat bersama lambaian tanganku. Lambaian tangan mengantarmu hingga ke gebang yang tak lagi bisa kusentuh. Dan perpisahan menjadi indah dengannya. Bukan karena aku bahagia ketika melihatmu menjauh dan menghilang. Itu kulakukan dengan menyertakan penyangkalan atas cintaku sendiri. Rasa itu kusalip untuk bisa menyelamatkan segenap rindu yang dialamatkan kepadamu. Jalan kenangan yang dulu pernah terbentuk sudah menjadi tapak-tapak berduri yang enggan untuk kulalui. Tetapi, a...
I. PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN A. Pengertian Pendekatan Pembelajaran Pendekatanpembelajarandapat diartikan sebagaisudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.Pendekatan adalah seperangkat asumsi korelatif yang menengahi hakikat pengajaran dan pembelajaran bahasa.Pendekatan itu bersifat aksiomatik(dapat diterima sebagai kebenaran, tanpa pembuktian), Tarigan (1989:11). Pendekatan adalah seperangkat asumsi, persepsi, keyakinan dan teori tentang bahasa dan pembelajajan yang menjiwai keseluruhan proses belajar dan berbahasa, Nunan (1990:12).Istilahpendekatandalampembelajaranbahasamengacupadateori-teoritentanghakekatbahasadanpembelajaranbahasa yang berfungsisebagaisumberlandasanatauprinsippengajaranbahasa. Pendekatan adalah seperangkat asumsi yang saling berhubungan yang menya...
Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar. Menurut Gorys keraf adalah kalimat yang memenuhi syarat – syarat berikut : a.secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis. b.Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis. Ciri – ciri kalimat efektif sebagai berikut : Kalimat efektif mengandung kesatuan gagasan. a)Subyek dan atau predikat kalimat eksplisit. Contoh : Tidak efektif :Berhubungan itu mengemukakannya juga minat baca kaum remaja makin menurun. Efektif :Sehubungan dengan itu, dikemukakannya juga minat baca kaum remaja menurun. b)Subyek dan predikat k...
Komentar