Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Kegagalan Indonesia Dalam Mendidik Generasi Muda

Beberapa hari yang lalu, pemuda Indonesia merenungi makna hari sumpah pemuda. Saya pun turut mengisi hari itu dengan refleksi panjang yang baru saya tuangkan dalam bentuk tulisan karena saya menganggap bahwa mungkin berguna bagi kompasianer. Walaupun saya hanya menulis apa yang telah saya refleksikan, tetapi mungkin ini juga bisa menjadi sesuatu yang harus kita pikirkan juga. Namun, saya lebih menghubungkan antara generasi muda dengan sistem pendidikan yang telah dan mungkin akan terus berjalan di bumi pertiwi ini. Pada hakikatnya pendidikan bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Manusia dikatakan berkualitas jika memiliki kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki kemampuan menciptakan ilmu dan teknologi untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Sudah sekian lama Indonesia mendidik generasi muda dengan keyakinan bahwa bangsa Indonesia akan menjadi bangsa modern. Untuk mewujudkan itu, Indonesia telah mengalokasikan anggaran miliaran

Aku Makhluk Indonesia yang Gagal?

Jiwa mudaku terus berkibar Darahku mengalir hingga ke tepi negeri ini Lidah ini mengayun dan menghempas Hingga bibir pun terlihat gersang Semangat… Berjuang… Sportifitas…. Kreatif, inovatif Itulah darah muda Aku bangga jadi generasi muda Memberontak… Tawuran….sshh.. Kenakalan…hufft… Itulah aku, anak negri Aku makhluk Indonesia yang gagal? http ://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/11/18/aku-makhluk-indonesia-yang-gagal/

Aku Tetap Orang Indonesia

Sekali rambutku tergulung Akan tetap menggulung Walau kulitku hitam Cintaku suci untuk Indonesia Aku tak cerdas pun Aku tetap mengakuinya Keluargaku melarat Merah Putih tetap mengalir dalam darahku Persoalan di mana-mana Aku tetap orang Indonesia

Dari Depot Burjo Menuju Sejuta Mimpi

“ hanya satu, ingin memilikinya.. ” Pemuda itu bertubuh ceking, logat Sundanya masih sangat kental. Hari-harinya dihabiskan di sebuah depot burjo sebagai pelayan sekaligus koki. Penampilan yang sederhana dengan wajah lugu dan senyum yang renyah selalu tersaji bersama menu-menu pesanan pengunjung burjo yang buka selama 24 jam. Egi, hanya sebagian kecil pembeli yang mengenal nama itu, selebihnya hanya dipanggil Aa, sebuah panggilan khas bagi laki-laki Sunda. Pemuda kelahiran Cigugur, 4 Februari 20 tahun silam ini telah 2 bulan bekerja di Warung burjo Bismillah 2 yang berada di Jln. Gatot Kaca No. 06 Mrican Pringgodani. Egi datang ke Jogja untuk bekerja sebagai pelayan burjo 2 tahun silam, tepatnya di Depot Burjo Bismillah 1, yang berlokasi di selokan Mataram, Nologaten, Depok. Ketika burjo Bismillah 2 berdiri, Egi dipindahkan ke depot baru tersebut. Egi tak sendirian menjalani profesi sebagai pelayan depot / warung burjo yang tersebar di seantero Yogyakarta. R

Pidato Argumentatif

Pidato argumentatif adalah pidato yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar pembaca mau mengubah pandangan dan keyakinannya kemudian mengikuti pandangan dan keyakinan pembicara. Keberhasilan sebuah pidato argumentatif ditentukan oleh adanya pernyataan/pendapat pembicara, keseluruhan data, fakta, atau alasan-alasan yang secara langsung dapat mendukung pendapat pembicara. Keberadaan data, fakta, dan alasan sangat mutlak dalam pidato argumentatif. Bukti-bukti ini dapat berupa benda-benda konkret, angka statistik, dan rasionalisasi penalaran pembicara. Dalam berargumentasi, unsur-unsur yang ada harus diatur secara logis dengan bentuk penalaran tertentu. Bentuk penalaran yang ada adalah penalaran induksi dan penalaran deduksi. Penalaran induksi adalah bentuk penalaran yang bertolak dari pernyataan khusus kemudian menarik kesimpulan secara lebih umum. Penalaran induktif tidak boleh membuat kesimpulan yang melebihi kelayakan fakta sebagai pendukung. Penalaran deduksi adalah penalaran yan

Sigmund Freud

Gambar
Sigmund Freud adalah seorang Austria keturunan Yahudi dan pendiri aliran psikoanalisis dalam psikologi. Ia lahir pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg, Moravia, yang sekarang dikenal sebagai bagian dari Republik Ceko. Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious). Konsep dari teori Freud yang paling terkenal adalah tentang adanya alam bawah sadar yang mengendalikan sebagian besar perilaku. Selain itu, dia juga memberikan pernyataan pada awalnya bahwa prilaku manusia didasari pada hasrat seksualitas pada awalnya (eros) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari ibunya. Latar Belakang Kehidupan • Lahir di Freiberg Moravia • Pindah ke Wina (dikejar Nazi terus ke London) • Selama tinggal di London hampir setiap tahun menerbitkan buku • Meninggal di London • Dia adalah Dokter yang mengobati kekacauan syaraf. • 1909, pengakuan pertama keahliannya oleh Clark University, W

Teori Psikoanalisis Sastra

Berbicara tentang psikologi dan sastra, Rene Wellek dan Austin Warren menulis bahwa istilah “psikologi sastra” memunyai empat kemungkinan pengertian. Pertama, studi psikologi pengarang sebagai tipe atau pribadi. Kedua, studi proses kreatif. Ketiga, studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra. Keempat, studi tentang dampak sastra pada pembaca (psikologi pembaca). Sastra adalah salah satu bentuk karya seni. Dari empat macam hubungan di atas, hubungan pertama, kedua, dan keempat bisa terjadi pada segala bentuk seni. Yang khas sastra mungkin hanya hubungan ketiga, itu pun sastra yang berupa cerita (prosa dan drama). Di antara berbagai aliran dalam psikologi, psikoanalisis adalah aliran yang paling akrab dengan seni. Sigmund Freud, pendiri psikoanalisis, adalah seorang yang menghargai kebudayaan, menyukai seni, dan gemar membaca sastra sejak muda. Tidak heran kalau kemudian ia menjadikan sastra sebagai medan penelitian sekaligus ilustrasi untuk membuktikan teor

Belajar Dari Teman Sebaya

Belajar dari teman sebaya menunjukkan bahwa anak-anak dari berbagai usia membantu satu sama lain. Yang lebih muda melihat apa yang orang tua lakukan dan meminta penjelasan. Ini adalah mudah diberikan, dan instruksi yang benar-benar berharga, karena pikiran seorang lima tahun jauh lebih dekat daripada kita kepada pikiran seorang anak dari tiga. Yang tua-tua senang bisa mengajarkan apa yang mereka ketahui. Ada kompleks rendah diri, tapi semua orang mencapai keadaan normal yang sehat melalui pertukaran timbal balik. Satu-satunya kehidupan sosial anak-anak masuk sekolah biasa adalah selama jam istirahat atau kunjungan. Kita hidup selalu dalam komunitas aktif. Meskipun masing-masing kelas bekerja bersama-sama dalam pengaturan sekolah tradisional, anak-anak jarang berinteraksi dengan satu sama lain. Sebaliknya, di sekolah Montessori, hanya kadang-kadang tidak terlibat kelas dalam satu kegiatan semua bersama-sama. Sebagian besar waktu, anak-anak bekerja sendiri (karena pilihan), dan di SD,

Taksonomi Bloom

Dimensi Proses Kognitif dalam Pembelajaran Berdasarkan Taksonomi Benjamin S. Bloom (1913-1999) yang Sudah Direvisi                                                                  Create                                                                Evaluate                                                                 Analyze                                                                  Apply                                                              Understand                                                               Remember Model taksonomi Bloom yang sudah direvisi memetakan proses kognitif dalam pembelajaran ke dalam 6 level dari yang paling rendah (menghafal) ke yang paling tinggi (mencipta) (Anderson, 2001: 66-88). 1. Remember yaitu memunculkan kembali pengetahuan yang relevan yang berasal dari ingatan. Tujuan pembelajaran di sini adalah menghafal, yaitu agar pembelajar mengingat materi ajar sebanyak yang sudah diajarkan. a. Mengenali (mengidentifik

Pengetian dan Jenis Diskusi

Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut. Macam-macam Diskusi (1) Diskusi Kelompok, Yaitu diskusi yang terdiri atas beberapa kelompok orang, dan masing-masing kelompok mempunyai seorang ketua dan notulis. Tidak ada pendengar. (2) Diskusi Panel, Ialah diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin, sejumlah peserta, dan beberapa pendengar. Dalam jenis diskusi ini tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga pendengar dapat mengikuti jalannya diskusi dengan seksama. Setelah berlangsung tanya jawab antara pemimpin dan peserta, peserta dan pendengar, pemimpin merangkum hasil tanya-jawab atau pembicar

Kalimat Efektif

Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar. Menurut Gorys keraf adalah kalimat yang memenuhi syarat – syarat berikut : a.secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis. b.Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis. Ciri – ciri kalimat efektif sebagai berikut : Kalimat efektif mengandung kesatuan gagasan. a)Subyek dan atau predikat kalimat eksplisit. Contoh : Tidak efektif :Berhubungan itu mengemukakannya juga minat baca kaum remaja makin menurun. Efektif :Sehubungan dengan itu, dikemukakannya juga minat baca kaum remaja menurun. b)Subyek dan predikat k

MORFOLOGI

Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal Morfologi mempelajari seluk beluk bentuk serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. Jenis-jenis Morfem Berdasarkan criteria tertentu, kita dapat mengklasifikasikan morfem menjadi berjenis-jenis. Penjenisan ini dapat ditinjau dari dua segi yakni hubungannya dan distribusinya (Samsuri, 1982:186; Prawirasumantri, 1985:139). Agar lebih jelas, berikut ini sariannya. 1)Ditinjau dari Hubungannya Pengklasifikasian morfem dari segi hubungannya, masih dapat kita lihat dari hubungan struktural dan hubungan posisi. a) Ditinjau dari Hubungan Struktur Menurut hubungan strukturnya, morfem dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu morfem bersifat aditif (tambahan) yang bersifat replasif (penggantian), dan yang bersifat substraktif (pengurangan). Morfem yang bersifat aditif yaitu morfem-morfem yang biasa yang pada umumn

FONEMIK : KAJIAN FONEM

A. PENGERTIAN FONEM DAN FONEMISASI Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang bersifat fungsional, artinya satuan memiliki fungsi untuk membedakan makna. Fonemisasi adalah usaha untuk menemukan bunyi-bunyi yang berfungsi dalam rangka pembedaan makna tersebut. B. PENGENALAN FONEM Dalam mengenalui fonem terdapat beberapa pokok pikiran umum yang disebut premis-premis fonologis. Berdasarka nsifat umumnya premis-premis bahasa tersebut adalah sebagai berikut : a. Bunyi bahasa mempunyai kencenderungan untuk dipengaruhi oleh lingkungannya. b. Sistem bunyi mempunyai kecenderungan bersifat simetris. c. Bunyi-bunyi bahasa yangsecara fonetis mirip harus digolongkan ke dalam kelas-kelas bunyi (fonem) yang berbeda, apabila terdapat pertentangan di dalam lingkungan yang sama. d. Bunyi-bunyi yang secara fonetis mirip dan terdapat di dalam distribusi yang komplementer, harus dimasukkan ke dalam kelas-kelas bunyi (fonem) yang sama. Untuk mengenal dan menentukan bunyi-bunyi bahasa

Pengertian Bunyi Bahasa (Fonologi)

Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bunyi bahasa dapat pula diartikan sebagai bunyi yang diartikulasikan yang menghasilkan gelombang bunyi sehingga dapat diterima oleh telinga manusia. B. Kajian bunyi bahasa Fonetik merupakan kajian mengenai bunyi bahasa. Berdasarkan proses terjadinya, fonetik dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : a. Fonetik artikulatoris Fonetik artikulatoris adalah fonetik yang mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat ucap manusia menghasilkan bunyi bahasa serta pengklasifikasian bahasa berdasarkan artikulasinya. b. Fonetik akustis Fonetik akustis mempelajari bunyi bahasa yang berupa getaran udara dan mengkaji tentang frekuensi getaran bunyi, amplitudo, intensitas dan timbrenya. c. fonetik auditoris Fonetik auditoris mempelajari bagaimana mekanisme telinga menerima bunyi sebagai hasil dari udara yang bergetar. C. Produksi bunyi bahasa Dalam proses pembentukan bunyi bahasa ada tiga faktor yang terlibat, yaitu :