Postingan

Menampilkan postingan dengan label Agama

GLOBALISASI, AJARAN SOSIAL GEREJA DAN GEREJA KATOLIK

Bicara tentang globalisasi adalah bagian dari globalisasi itu sendiri. Di mana-mana orang bicara tentang globalisasi dan akan merasa diri tertinggal kalau tidak ikut membicarakannya. Bicara tentang globalisasi jelas tidak mudah karena sosok dan figure globalisasi begitu multi-dimensi, sehingga ada yang cenderung bicara tentang globalisasi-globalisasi: jamak dan bukan tunggal. Paradoks Globalisasi Kita cenderung berpikir bahwa globalisasi mempersatukan dunia; dunia menjadi satu kampung (a global village); ada begitu banyak hal yang dapat disyeringkan bersama; cita-rasa bersama. Pertanyaannya, betulkah globalisasi mempersatukan? Ataukah hanya sekedar menyeragamkan kepentingan, cita-rasa, mode, persepsi atau konsepsi tentang sesuatu? Yang jelas globalisasi tidak saja menebarkan harapan tetapi juga kecemasan, optimisme tapi juga ketakutan. Kalau globalisasi mempersatukan, dalam arti apa globalisasi mempersatukan? Apakah masyarakat dunia semakin solider, sehingga da...

AGAMA DAN KEKERASAN

Persoalan Faktual: - kekerasan merebak dan agama terkait dengannya entah sebagai lelgitimasi/motivasi etnah sebagai kekuatan penghalau kekerasan. - Agama dapat menciptakan fundamentalisme, fanatisme, perang suci, bunuh diri, kemartiran. Lantas, apakah agama dapat merupakan sumber kekerasan? - Bila mencermati wilayah-wilayah konflik kekerasan, nampkanya agama bukan menjadi penyebab kekerasan atau sumber kekerasan. Mungkin agama terperangkap dalam kekerasan yang tidak diciptakannya. Agama terperangkap karena kekerasan melibatkan warga pemeluknya dan karena agama peduli pada persoalan yang menyebabkan adanya kekerasan/konflik. - Keterlibatan agama lebih pada level teologis. (memberi motivasi atau legitimasi dan ini berdapak negatif karena akan meningkatkan eskalasi kekerasan: kedua meningkatkan kekuatan melawan kekerasan serta mengenyahkan kekerasan atau menebus kekerasan menjadi perdamaian melalui gerakan tanpa kekerasan). Mencermati akar kekerasan: 1. Kekeran lahir dari ketidaka...

IMAMAT DALAM LENSA EKARISTI

Francis J. MOLONEY, SDB Pengantar Tidak mudah melakukan telaah tentang imamat dalam PB karena kokmpleksnya persoalan hermeneutika dan historis. Persoalannya terletak pada kenyataan bahwa penulis PB menulis/memberi kesaksian iman tentang pengalaman mereka akan Yesus, ajaran-Nya, wafat dan kebangkitan-Nya. Mereka tidak secara khusus menulis atau menyajikan tema imamat.Tidak ditemukannya tulisan khusus tentang imamat dalam PB mendorong para teolog Katolik untuk mencari dan menemukan inspirasi kristologis dan eklesiologis bagi imamat katolik dalam tulisan-tulisan PB. Imamat sudah ada dalam Gereja dan dihidupi sepanjang tradisinya karena itu pertanyaan kita adalah apa yang dikatakan PB tentang imamat - dalam Gereja Katolik - sebagaimana adanya sekarang. Upaya menemukan fondasi biblis (kristologis dan eklesiologis) dari fakta adanya imamat dalam Gereja Katolik semakin mendesak saat ini terutama karena munculnya pelbagai macam bentuk krisis terkait dengan imamat dalam ...