Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

‘Beban’ itu….

Jangan lari dari ‘beban’ itu Jangan pula katakan kau tak punya ‘beban’ Karena ia ‘kan selau mengikuti… Kemana, kapan, dan dimana pun kau berada…………. Entah sekarang, esok, lusa, atau nanti Ia akan selau mengikuti sepanjang hari-harimu…… Hari ini kau boleh mengatakan “tidak” Tapi esok, dia akan kembali Kembali dan selalu kembali….. Pulang ke dalam benakmu, kembali menyertai hari-harimu….. Sekarang, ketika kau merasa bahagia Risau……… Sedih…. Menyesal…. Kecewa…… Apa pun kehendak hatimu……. Jangan kau berharap…. Matahari, angin, sungai, malam (dalam mimpi), akan membawanya terbang dan melayang, Hanyut, sirna, musnah Atau apa pun harapan ‘mu…… untuk membawanya pergi tapi…… Ia akan ada dan tetap ada Pergi , kemanapun kau melangkah Karena ia milikmu selalu…….

Sang pedang

Pedang itu….. Begitu kejam Tak mengenal tuan, apalagi ‘saudara’ Tidak kau, tidak juga aku. Apalagi yang tak ku kenal….. Menghujam secara perlahan mengoyak…. Hingga tiada suatu yg tersisa…. Pedang itu…… Makin dekat, makin indah Tak terpikir dapat menghujam siapa saja dan kapan saja…. Merenggut perlahan…. Hingga Jiwa tak tersisa Kau…… Aku sangat pedulai kan dikau Tapi… kau menghujamku dengan pedang itu Pedang yang tak mengenal tuan Pedang yang tak mengenal saudara Pedang yang siap menghujam siapa pun, bahkan dirimu sendiri…. Kau…….. Lepas pedang itu Buang jauh…… jangan bawa pedang itu dalam petualanganmu…. Cukup aku, cukup kami yang terhunus Cukup tubuh kami yang terenggut Cukup jiwa kami yang terkoyak Karena…. kami peduli dan rindu ‘kan dikau

BUKAN SALAHKU MEMBENCIMU

kadang ada sesuatu yang membuatku enek dengan tempat ini.. sebuah tempat yang memang sangat berarti bagi hidup aku.. tapi disini juga tempat yang membuatku memiliki rasa benci yang tak bisa aku buang.. ingin aku berlari.. tapi aku berusaha aku bertahan.. demi satu orang yang sudah menyerahkan hidup dan matinya demi aku.. ingin aku teriak.. mengeluarkan semua emosi yang selama ini hanya bisa aku tahan sampai batas kerongkonganku.. tapi aku tak bisa.. aku tak mempunyai kekuatan sedikitpun untuk bisa mengeluarkan semua yang menjadi amarahku.. aku benci.. aku benci.. aku benci.. aku membenci kenapa harus dia yang aku benci.. dia yang membuatku tak pernah merasa lebih baik.. dia yang selalu membuatku berdosa atas umpatan-umpatanku dalam hati.. harus kah aku menangis?? nggak!! sama sekali nggak harus.. dia tak layak untuk menjadi bagian dari air mataku.. mungkin ini ujian ku.. bagian perjalanan panjangku yang tak begitu baik.. mungkin sampai nanti saat aku