Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

Teori Psikoanalisis Sastra

Berbicara tentang psikologi dan sastra, Rene Wellek dan Austin Warren menulis bahwa istilah “psikologi sastra” memunyai empat kemungkinan pengertian. Pertama, studi psikologi pengarang sebagai tipe atau pribadi. Kedua, studi proses kreatif. Ketiga, studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra. Keempat, studi tentang dampak sastra pada pembaca (psikologi pembaca). Sastra adalah salah satu bentuk karya seni. Dari empat macam hubungan di atas, hubungan pertama, kedua, dan keempat bisa terjadi pada segala bentuk seni. Yang khas sastra mungkin hanya hubungan ketiga, itu pun sastra yang berupa cerita (prosa dan drama). Di antara berbagai aliran dalam psikologi, psikoanalisis adalah aliran yang paling akrab dengan seni. Sigmund Freud, pendiri psikoanalisis, adalah seorang yang menghargai kebudayaan, menyukai seni, dan gemar membaca sastra sejak muda. Tidak heran kalau kemudian ia menjadikan sastra sebagai medan penelitian sekaligus ilustrasi untuk membuktikan teor...

Novel Ronggeng Dukuh Paruk (1982)

Novel ini bercerita tentang seorang penari ronggeng di Dukuh Paruk bernama Srintil. Ia 'terpilih' menjadi ronggeng setelah berpuluh tahun tidak ada ronggeng di kampung itu. Srintil digambarkan sebagai perempuan cantik khas jawa yang tidak berhidung mancung, berkulit sawo matang, dan kenes-nya sebagai penari ronggeng yang harus kalah oleh dentuman materi daripada mengikuti suara cinta dan keinginan untuk menjadi perempuan somah. Srintil harus merelakan cintanya, Rasus yang kepadanya dia tidak memungut sepeserpun uang untuk bercinta, karena karir seorang ronggeng akan tamat setelah ronggeng itu hamil atau menikah. Sementara Rasus sebagai laki-laki yang berupaya memperbaiki status sosialnya telah mengambil hati Srintil untuk memperjuangkan kekasihnya itu bebas dari pilihan menjadi ronggeng. Kampung Dukuh Paruk juga menyimpan kenangan kelam, yaitu warganya yang teracuni oleh tempe bongrek. Bagi Rasus yang telah tidak memiliki ibu, pelajaran seksualitas pertama membedakan lelaki da...

TEORI SASTRA

Teori Sastra Transisi: Teori Sastra sangat berkaitan dengan Pengantar Ilmu Sastra. Karena pengampu Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sastra belum tentu oleh dosen yang sama, maka materi Teori Sastra perlu dilakukan penyesuaian dengan Pengantar Ilmu Sastra, supaya tidak terjadi pendobelan (overlapping) maupun kerumpangan. Oleh karena itu perlu juga dilihat silabus materi PIS. MATERI TEORI SASTRA 1. Sastra dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman bersastra: apa itu sastra menurut aku? Konkretnya? Apakah sastra dekat dengan kehidupanku? Kapan aku mulai mengenal sastra? Sastra dalam hidup sehari-hari (Sastra lama). Ambil contoh sastra yang baik dan menarik (dari pengalaman mereka: dongeng, drama, film, cerpen). Dibaca bersama-sama, disharingkan & didiskusikan. 2. Baca puisi Rendra seonggok Jagung di kamar. Bicara ttg kreativitas, majalah Jejal. Tugas membaca/menikmati sastra yang menarik (puisi, cerita, drama). 3. Sastra menurut Wellek, Sartre. 4. Sastra sebagai fiksi (contoh-contoh). Mengapa...