Postingan

Model-Model Pembelajaran (PPSI, Kemp, Banathy, Dick and Carey)

1. Model Pembelajaran PPSI ( Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional) PPSI merupakan proses dalam mengembangkan pengajaran sebagai suatu sistem, yaitu sebagai kesatuan yang terorganisir, yang memuat sejumlah unsur antara lain tujuan, materi, metode, alat bantu dan evaluasi pembelajaran. PPSI adalah langkah-langkah pengembangan sistem instruksional yang mendasari efektivitas praktek pengajaran. Fungsi PPSI adalah untuk mengefektifkan perencanaan dan pelaksanaan program pengajaran secara sistemik dan sistematis, untuk dijadikan sebagai pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan proses belajar-mengajar. PPSI digunakan sebagai pendekatan penyampaian pada kurikulum 1975 untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, dan kurikulum 1976 untuk sekolah lanjutan. PPSI menggunakan pendekatan sistem yang mengutamakan adanya tujuan yang jelas, sehingga dapat dikatakan bahwa PPSI merujuk pada pengertian sebagai suatu sistem, yaitu sebagai kesatuan terorganisasi yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling ...

Pengembangan Media Pembelajaran Reseptif

I. Pengantar Salah satu faktor penentu keberhasilan tujuan pembelajaran adalah pengembangan media pembelajaran. Seorang guru dituntut untuk mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Selain tujuan pembelajaran dapat tercapai, proses pembelajaran juga akan menarik dengan bantuan media pembelajaran yang tepat sehingga siswa lebih mudah memahami dan menerima materi. Kedudukan media pengajaran ada dalam komponen metode mengajar sebagai salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi guru-siswa, dan interaksi siswa dengan lingkungn belajar. Oleh sebab itu fungsi utama dari media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar, yakni menunjuang penggunaan metode mengajar yang dipergunakan guru (Nana Sudjaja dan Ahamd Rivai, 1990:7). Pada makalah ini akan membahas pengembangan media pembelajaran reseptif. Pembelajaran reseptif mencakup keterampilan membaca dan keterampilan menyimak. Berikut ini akan diura...

Kegagalan Indonesia Dalam Mendidik Generasi Muda

Beberapa hari yang lalu, pemuda Indonesia merenungi makna hari sumpah pemuda. Saya pun turut mengisi hari itu dengan refleksi panjang yang baru saya tuangkan dalam bentuk tulisan karena saya menganggap bahwa mungkin berguna bagi kompasianer. Walaupun saya hanya menulis apa yang telah saya refleksikan, tetapi mungkin ini juga bisa menjadi sesuatu yang harus kita pikirkan juga. Namun, saya lebih menghubungkan antara generasi muda dengan sistem pendidikan yang telah dan mungkin akan terus berjalan di bumi pertiwi ini. Pada hakikatnya pendidikan bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Manusia dikatakan berkualitas jika memiliki kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki kemampuan menciptakan ilmu dan teknologi untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Sudah sekian lama Indonesia mendidik generasi muda dengan keyakinan bahwa bangsa Indonesia akan menjadi bangsa modern. Untuk mewujudkan itu, Indonesia telah mengalokasikan anggaran miliaran...

Aku Makhluk Indonesia yang Gagal?

Jiwa mudaku terus berkibar Darahku mengalir hingga ke tepi negeri ini Lidah ini mengayun dan menghempas Hingga bibir pun terlihat gersang Semangat… Berjuang… Sportifitas…. Kreatif, inovatif Itulah darah muda Aku bangga jadi generasi muda Memberontak… Tawuran….sshh.. Kenakalan…hufft… Itulah aku, anak negri Aku makhluk Indonesia yang gagal? http ://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/11/18/aku-makhluk-indonesia-yang-gagal/

Aku Tetap Orang Indonesia

Sekali rambutku tergulung Akan tetap menggulung Walau kulitku hitam Cintaku suci untuk Indonesia Aku tak cerdas pun Aku tetap mengakuinya Keluargaku melarat Merah Putih tetap mengalir dalam darahku Persoalan di mana-mana Aku tetap orang Indonesia

Dari Depot Burjo Menuju Sejuta Mimpi

“ hanya satu, ingin memilikinya.. ” Pemuda itu bertubuh ceking, logat Sundanya masih sangat kental. Hari-harinya dihabiskan di sebuah depot burjo sebagai pelayan sekaligus koki. Penampilan yang sederhana dengan wajah lugu dan senyum yang renyah selalu tersaji bersama menu-menu pesanan pengunjung burjo yang buka selama 24 jam. Egi, hanya sebagian kecil pembeli yang mengenal nama itu, selebihnya hanya dipanggil Aa, sebuah panggilan khas bagi laki-laki Sunda. Pemuda kelahiran Cigugur, 4 Februari 20 tahun silam ini telah 2 bulan bekerja di Warung burjo Bismillah 2 yang berada di Jln. Gatot Kaca No. 06 Mrican Pringgodani. Egi datang ke Jogja untuk bekerja sebagai pelayan burjo 2 tahun silam, tepatnya di Depot Burjo Bismillah 1, yang berlokasi di selokan Mataram, Nologaten, Depok. Ketika burjo Bismillah 2 berdiri, Egi dipindahkan ke depot baru tersebut. Egi tak sendirian menjalani profesi sebagai pelayan depot / warung burjo yang tersebar di seantero Yogyakarta. R...

Pidato Argumentatif

Pidato argumentatif adalah pidato yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar pembaca mau mengubah pandangan dan keyakinannya kemudian mengikuti pandangan dan keyakinan pembicara. Keberhasilan sebuah pidato argumentatif ditentukan oleh adanya pernyataan/pendapat pembicara, keseluruhan data, fakta, atau alasan-alasan yang secara langsung dapat mendukung pendapat pembicara. Keberadaan data, fakta, dan alasan sangat mutlak dalam pidato argumentatif. Bukti-bukti ini dapat berupa benda-benda konkret, angka statistik, dan rasionalisasi penalaran pembicara. Dalam berargumentasi, unsur-unsur yang ada harus diatur secara logis dengan bentuk penalaran tertentu. Bentuk penalaran yang ada adalah penalaran induksi dan penalaran deduksi. Penalaran induksi adalah bentuk penalaran yang bertolak dari pernyataan khusus kemudian menarik kesimpulan secara lebih umum. Penalaran induktif tidak boleh membuat kesimpulan yang melebihi kelayakan fakta sebagai pendukung. Penalaran deduksi adalah penalaran yan...