Rabu, 22 September 2010

FUNGSI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

A.PENDAHULUAN
Perpustakaan pada umumnya  sebagai  tempat tumpukan buku yang siap dibaca oleh siapa saja yang berkunjung ke perpustakaan. Para pengunjung perpustakaan datang langsung memilih buku yang dikehendaki, dan membacanya. Begitulah gambaran seseorang jika membayangkan sebuah perpustakaan. Sebenarnya, kegiatan seseorang datang dan membaca di perpustakaan merupakan peristiwa  transfer informasi antara pembaca dan koleksi (isi koleksi). Melalui isi koleksi, para pembaca/penikmat koleksi telah mendapatkan ‘kelebihan-kelebihan’ informasi yang dapat ditransfer dalam bentuk kemasan sesuai yang dikehendaki. Kelebihan-kelebihan tersebut dapat berupa informasi tertulis (dapat berupa karya tulis), informasi lisan (tukar pikiran dengan seseorang),  pengayaan pengetahuan (aktualisasi diri), hiburan (kenikmatan/ kesenangan/hobi), dan yang pasti setiap pembaca mempunyai tujuan atas bacaan yang dinikmati.
Dalam kehidupan kampus ( perguruan tinggi ), perpustakaan dianggap sebagai jantungnya universitas. Jadi, apabila sebuah universitas tidak punya perpustakaan, universitas tersebut dianggap mati.  Kenyataannya tidaklah demikian, hal ini dikarenakan  peran perpustakaan perguruan tinggi hanyalah sebagai penunjang dalam melaksanakan tri darma perguruan tinggi. Sebagaimana disebutkan dalam buku pedoman perpustakaan perguruan tinggi, bahwa perpustakaan perguruan tinggi merupakan unsur penunjang perguruan tinggi dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat (PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI: BUKU PEDOMAN, 2004:1-9).
Oleh karena itu, istilah jantung universitas dirasakan kurang pas dengan tugas yang diemban. Mungkin lebih pas jika diumpakan sebagai kaki tangan universitas. Pada kenyataannya, kami selaku pelaksana dari tugas perpustakaan sering mendapat informasi bahwa  seorang mahasiswa bisa  lulus tanpa harus ke perpustakaan. Kenyataan ini patut kita syukuri, karena melalui perkembangan teknologi informasi inilah jalan mendapatkan berbagai informsi bagi para pemakai informasi jadi begitu lancar dan mudah. Tidaklah mengherankan, pesatnya perkembangan teknologi informasi  menyebabkan kecilnya peran perpustakaan universitas bagi sivitas akademinya.
Saat sekarang, arus informasi sudah tidak berbatas oleh adanya buku atau informasi dalam berbagai kemasan fisik (misalnya bentuk cetak), akan tetapi cara perolehan informasi sekarang ini tanpa batas. Pada saatnya nanti, tidak perlu adanya buku-buku (berbagai koleksi perpustakaan dalam bentuk fisik) di sebuah perpustakaan. Perpustakaan masa depan  adalah perpustakaan maya. Segala kemasan informasi telah dituangkan dalam perbagai program komputer dan bisa diakses oleh semua orang dari tempat mana pun tanpa harus ke perpustakaan. Namun, mewujudkan model perpustakaan maya untuk universitas di  Indonesia sekarang ini bukanlah hal yang mudah.
Pada kesempatan ini, penulis ingin berbagi pemahaman tentang peran perpustakaan kepada para penikmat perpustakaan.  Mengapa perpustakaan perlu dimengerti, dipahami. Begitu pentingkah seseorang memahami perpustakaan,  apa saja peran perpustakaan.
Pemahaman tentang peran perpustakaan perlu kiranya dimengerti terlebih dahulu, agar dapat memanfaatkan perpustakaan dengan maksimal. Tidak setiap pengunjung perpustakaan mengerti tentang perpustakaan. Hal ini dikarenakan pemahaman mereka (para pengunjung) sebagaimana telah disebutkan di atas, hanya sebatas tempat meminjam dan membaca buku atau koleksi yang disajikan oleh suatu perpustakaan. Padahal, terdapat sekian banyak informasi dan manfaat yang bisa diperoleh melalui perpustakaan. Diharapkan, melalui artikel yang singkat ini, pemahaman tentang perpustakaan semakin luas sehingga dapat memanfaatkan perpustakaan dengan optimal.
B.PEMBAHASAN
1.Pengertian
Pengertian perpustakaan sebenarnya sudah muncul lama. Sejak ditemukannya bahan dan cara untuk menulis pada zaman Babilonia, maka sejak itu pula embrio istilah perpustakaan mulai muncul. Namun demikian yang dimaksud perpustakaan pada zaman itu tentu saja tidak sama dengan istilah perpustakaan yang dikenal masa kini. Perkembangan pengertian perpustakaan itu tidak terjadi sesaat, tetapi berubah secara berangsur-angsur sajajar dangan perjalanan sejarah. Revolusi pengertian perpustakaan itu kalau disimpulkan adalah sebagai berikut:
a. Perpustakaan adalah kumpulan bahan pustaka.
b. Perpustakaan merupakan wadah penyimpanan bahan pustaka yang digunakan
c. Perpustakaan merupakan sumber informasi untuk digunakan dan disebarluaskan
Pengertian perpustakaan di sini, maksudnya  perpustakaan yang ada di suatu perguruan tinggi, universitas, institut, dan perguruan tinggi sejenis dalam rangka  pelaksanaan tri darma perguruan tinggi.
Peran perpustakaan yaitu segala fungsi perpustakaan perguruan tinggi sebagaimana yang disebutkan dalam buku pedoman perpustakaan untuk perguruan tinggi. Adapun tugas (kewajiban) yang harus dilakukan perpustakaan perguruan tinggi adalah mengembangkan koleksi, mengolah dan merawat bahan perpustakaan, memberi layanan, serta melaksanakan administrasi perpustakaan (PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI: BUKU PEDOMAN, 2004:3).
Penikmat perpustakaan adalah para pengguna/pemakai perpustakaan perguruan tinggi sebagai almamaternya.
Paham artinya mengerti,  sementara mengerti yang dimaksudkan yakni memahami sesuatu dengan  benar.
2. Jenis – Jenis Perpustakaan

Jenis – jenis perpustakaan yang ada dan berkembang di Indonesia menurut penyelenggaraan dan tujuannya dibedakan menjadi :

1. Perpustakaan Digital adalah Perpustakaan yang berbasis teknologi digital atau mendapat bantuan komputer dalam seluruh aktifitas di perpustakaannya secara menyeluruh. Contohnya : Buku atau informasi dalam format electiric book, piringan, pita magnetik, CD atau DVD rom.
2. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, selanjutnya disebut Perpustakaan Nasional, adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang berkedudukan di Ibukota Negara.
3. Perpustakaan Provinsi adalah Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah provinsi serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat.
4. Perpustakaan Kabupaten/Kota adalah Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah Kabupaten/Kota serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum.
5. Perpustakaan Umum : Perpustakaan yang ada di bawah lembaga yang mengawasinya. Perpustakaan umum terbagi atas :
Perpustakaan Umum Kecamatan, adalah Perpustakaan yang berada di Kecamatan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.
Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan adalah perpustakaan yang berada di Desa/Kelurahan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di desa/kelurahan masing-masing.
6. Perpustakaan Khusus : Perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi- koleksi tokoh terkenal. Contohnya : Perpustakaan Bung Hatta.
Perpustakaan lembaga Pendidikan : Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA, PT, dan LSM). Contohnya : perpustakaan Universitas. Pada perpustakaan tingkat PT, perpustakaan dapat dibagi kembali menjadi dua, yaitu : perpustakaan pusat dan perpustakaan tingkat fakultas.
7. Perpustakaan Lembaga Keagamaan : Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga keagamaan. Contohnya : Perpustakaan Masjid, perpustakaan Gereja, dll
8. Perpustakaan Pribadi : Perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi sendiri dan dipergunakan dalam ruang lingkup yang kecil. Contohnya : Perpustakaan keluarga D. Peranan, Tugas, dan Fungsi Perpustakaan

3. Peranan Perpustakaan

Setiap perpustakaan dapat mempertahankan eksistensinya apabila dapat menjalankan peranannya. Secara umum peran – peran yang dapat dilakukan adalah :

a. Menjadi media antara pemakai dengan koleksi sebagai sumber informasi pengetahuan.
b. Menjadi lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serta pembangkit kesadaran pentingnya belajar sepanjang hayat.
c. Mengembangkan komunikasi antara pemakai dan atau dengan penyelenggara sehingga tercipta kolaborasi, sharing pengetahuan maupun komunikasi ilmiah lainnya.
d. Motivator, mediator dan fasilitator bagi pemakai dalam usaha mencari, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman.
e. Berperan sebagai agen perubah, pembangunan dan kebudayaan manusia.
4. Tugas Perpustakaan

Setiap perpustakaan memiliki kewajiban yang sudah ditentukan dan direncanakan untuk dilaksanakan. Tugas setiap jenis perpustakaan berbeda - beda sesuai dengan kewajiban yang ditetapkan.

5. Fungsi Perpustakaan

Pada umumnya perpustakaan memiliki fungsi yaitu :

Fungsi penyimpanan, bertugas menyimpan koleksi (informasi) karena tidak mungkin semua koleksi dapat dijangkau oleh perpustakaan.
Fungsi informasi, perpustakaan berfungsi menyediakan berbagai informasi untuk masyarakat.
Fungsi pendidikan, perpustakaan menjadi tempat dan menyediakan sarana untuk belajar baik dilingkungan formal maupun non formal.
Fungsi rekreasi, masyarakat dapat menikmati rekreasi kultural dengan membaca dan mengakses berbagai sumber informasi hiburan seperti : Novel, cerita rakyat, puisi, dan sebagainya.
Fungsi kultural, Perpustakaan berfungsi untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat melalui berbagai aktifitas, seperti : pameran, pertunjukkan, bedah buku, mendongeng, seminar, dan sebagainya.
Demikian luasnya fungsi perpustakaan bagi para pemakainya (sivitas akademik). Pada kenyataannya, tugas dan fungsi tersebut di atas belum dapat dilakukan dengan optimal oleh pihak perpustakaan. Hal ini dikarenakan berbagai kendala yang terkadang sulit dipecahkan misalnya dalam pemenuhan kebutuhan sumberdaya manusia dan sarana dalam pelaksanaan tugas. Adanya aturan-aturan  panjang dalam rangka pengadaan sumberdaya manusia  atau peralatan perpustakaan. Selain itu, perbandingan antara pemakai yang dilayani dengan petugas yang ada belum sesuai. Petugas dengan kualifikasi  pendidikan selain ilmu perpustakaan, kadang kurang pas ditempatkan di perpustakaan, atau mutasi petugas yang tidak berkenaan dengan peran perpustakaan. Akibatnya, peranan sebagai pelayan perpustakaan  dijalankan dengan ‘semau gue’; karena kurangnya penghayatan/pemahaman tentang perpustakaan. Akhirnya pelayanan yang diberikan kurang ikhlas/sabar. Padahal, peran petugas (dalam hal ini pustakawan)  sangatlah  menentukan berfungsi tidaknya sebuah perpustakaan. Asumsi kita, apabila pengguna perpustakaan mau menggunakan perpustakaan lebih dari sekali, maka dapat diartikan bahwa perpustakaan berfungsi dalam menjalankan tugasnya, dan pengguna paham peran perpustakaan untuk kepentingannya.
Perpustakaan perguruan tinggi juga sering disebut sebagai perpustakaan khusus. Hal ini dikarenakan perpustakaan perguruan tinggi pada umumnya khusus melayani sivitas akademik  masing-masing.  Di samping itu, koleksi yang dimiliki perpustakaan perguruan tinggi pun khusus untuk konsumsi mahasiswa maupun dosen. Bila dibandingkan dengan pepustakaan umum, maka perpustakaan perguruan tinggi memiliki kelebihan berupa hasil-hasil karya para sivitas akademik.
Fungsi utama perpustakaan perguruan tinggi adalah pendukung proses belajar-mengajar di perguruan tinggi (Irma Elvina, 2005:25-30). Demikianlah yang selalu kita baca, dengar, dan amalkan dalam menjalankan tugas. Lebih jelasnya biasa  diuraikan ke dalam beberapa fungsi; yaitu fungsi edukasi , sumber informasi, penunjang riset, memberikan sarana rekreasi,  fungsi publikasi, fungsi deposit, dan interpretasi informasi. Mari kita pahami fungsi yang bagaimana yang dimaksudkan dengan mendukung proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
Fungsi edukasi yang dimaksudkan yaitu peran serta dalam mendidik  para pemakai memanfaatkan perpusatkaan. Perpustakaan ikut membantu mencerdaskan para pemakainya melalui informasi yang disajikan. Ada istilah ‘autodidak’ yaitu  seseorang bisa  menjadi ahli bidang tertentu dengan belajar sendiri. Salah satunya yakni dengan membaca, meniru, merekam, mempraktikkan seperti aslinya, sesuai kemampuannya dalam memahami informasi. Hal ini tak akan terjadi tanpa ada transformasi  informasi antara pemakai informasi dengan koleksi atau informasi yang digunakan.
Fungsi sebagai sumber informasi, diharapkan  perpustakaan menjadi tujuan utama mencari  informasi sesuai keinginan pemakai. Memang tidak ada perpustakaan yang dapat memenuhi semua kebutuhan informasi pemakai. Meskipun demikian, perpustakaan dapat memberikan arahan ke mana sebaiknya mencari informasi yang dibutuhkan.
Salah satu tri darma yang memerlukan peran perpustakaan adalah penelitian. Sesuai tugas sebagai penunjang riset bagi sivitas akademik, maka perpustakaan menyajikan berbagai informasi yang berhubungan dengan riset yang akan sedang atau sudah dilakukan. Sivitas akademik sekaligus juga para peneliti yang membutuhkan gambaran tentang berbagai riset yang telah dilakukan atau diterapkan. Informasi yang diperoleh melalui perpustakaan dapat mencegah  terjadinya  duplikasi penelitian. Kecuali  penelitian yang akan sedang dilakukan  merupakan penelitian yang berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui fungsi riset diharapkan  karya-karya penelitian yang dilakukan oleh sivitas akademik semakin berkembang. Hal yang perlu diperhatikan, riset yang selama ini telah dilakukan oleh sivitas akademik, tidak dapat langsung dinikmati melalui peran perpustakaan. Jarang pihak perpustakaan menerima karya ilmiah hasil riset sivitas akademik, kecuali tugas akhir atau skripsi sebagai syarat wisuda para mahasiswa. Sementara hasil riset para doktor atau tenaga edukatif jarang kami terima. Ada kemungkinan disebabkan keberadaan lembaga penelitian yang telah berperan sebagai penampung karya-karya riset sivitas akademik.
Sehubungan dengan fungsi rekreasi, maka  fungsi perpustakaan dalam memberikan. sarana rekreasi yakni  berupa koleksi yang menghibur/menyenangkan pembaca. Informasi yang berkaitan dengan kesenangan seperti bacaan humor, cerita perjalanan hidup seseorang, berkebun, membuat kreasi ketrampilan, maupun informasi yang dapat membangkitkan semangat pemakai informasi dalam menjalani hidup bersosial. Fungsi rekeasi perpustakaan masih jarang dimengerti, ada kemungkinan kurang pahamnya para pemakai perpustakaan.
Fungsi perpustakaan dalam rangka penyebaran informasi bisa disebut publikasi informasi. Publikasi yang dimaksudkan yaitu ikut serta menyebarluaskan informasi hasil karya pemakai perpustakaan; seperti karya tulis atau hasil riset dari sivitas akademik. Fungsi publikasi sangat menguntungkan sivitas akademik. Selama ini, sivitas akademik terutama tenaga edukatif memanfaatkan fungsi ini dikarenakan urusan kenaikan pangkat maupun jabatan. Sangat disayangkan, hasil-hasil karya tulis sivitas akademik yang telah menempuh pendidikan lanjut  maupun  pengukuhan sebagai doktor, guru besar  dan sebagainya jarang ditemukan di perpustakaan. Padahal fungsi publikasi ini  dapat dimaksimalkan sebagai media komunikasi informasi,  agar hasil karya sivitas akademik dikenal dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak.
Interpretasi informasi merupakan salah satu fungsi perpustakaan dengan maksud ikut serta memberikan pemahaman tentang koleksi yang dimiliki. Perpustakaan diharapkan dapat menejemahkan isi setiap koleksi yang ada. Setiap informasi yang diperoleh perpustakaan diterjemahkan dengan menyajikan berbagai alternatif subjek dalam bentuk katalog. Jenis katalog yang ditawarkan kepada pemakai sangat tergantung kepada kebijakan setiap perpustakaan. Semakin banyak jenis katalog yang ditawarkan, pemakai akan semakin leluasa mencari informasi yang diinginkan. Di samping itu, informasi dapat diperkenalkan dengan cara meresensi sebuah karya. Namun cara ini dirasa kurang efisien dikarenakan cepatnya informasi berkembang dan berubah. Pihak perpustakaan pun terhalang oleh waktu, tenaga, pikiran yang harus digunakan untuk meresensi koleksi satu per satu. Dimungkinkan jika yang diterjemahkan hanya beberapa koleksi yang dianggap akan laris digunakan. Pada akhirnya, setiap perpustakaan selalu ingin memuaskan pemakai, dan berharap pemakai akan kembai dan kembali berkunjung ke perpustakaan  disebabkan kemudahan dan ketepatan informasi yang sesuai.
C. PENUTUP
Kesimpulan
Setiap pengunjung perpustakaan merupakan penikmat perpustakaan, dan secara tidak langsung mengetahui kegunaan perpustakaan. Sesudah melakukan kegiatan di suatu perpustakaan, pengunjung mendapatkan sesuatu yang langsung dirasakan maupun secara tidak langsung bermanfaat untuk dirinya. Adapun kenikmatan yang diperoleh akan ditularkan kepada orang lain atau dinikmati sendiri amatlah tergantung kepada pribadi seseorang. Seseorang yang berkunjung ke perpustakaan lebih dari sekali, dapat diartikan orang tersebut paham dan mengerti fungsi perpustakaan bagi dirinya
Saran
Berlangsungnya kegiatan di sebuah perpustakaan sangat tergantung dari berbagai unsur yang saling berkaitan sehingga bermanfaat untuk banyak pihak. Koleksi, tenaga, tempat, sistem, dan peralatan bersatu dalam kesepakatan untuk menyajikan informasi sesuai permintaan dengan optimal.
D. DAFTAR PUSTAKA
Peran perpustakaan dan pustakawan sebagai agen perubahan; oleh Irma Elvina, hal. 25-30 dalam Perkembangan Perpustakaan di Indonesia. Penyunting: Janti G.Sujana, Yuyu yulia, dan Badollahi Mustafa. Bogor: IPB Press, 2005
PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI: BUKU PEDOMAN. Jakarta: DEPDIKNAS RI, 2004
Sutarno NS. Manajemen Perpustakaan: suatu pendekatan praktis. Jakarta: Sagung Seto, 2006

sumber : Mediator, ed. oktober 2008

Related Post:

Tidak ada komentar: